Kadus dan BPD Menjadi Tersangka Pungli BLT DD -->
POPULER

Kadus dan BPD Menjadi Tersangka Pungli BLT DD

Sabtu, 27 Juni 2020, 07.54.00 WIB
PEMBACA ONLINE Free website counter


Diduga melakukan pembohong pungutan dengan mode bantuan langsung tunai desa (BLT DD), dua perangkat Desa Banpres, Kecamatan Tuah Negeri, Musi Rawas, Sumatera Selatan, dibui. Selamat pun terancam dipidana maksimal 20 tahun penjara.

Kedua pelaku adalah Ahmad Mudori (33) yang berstatus sebagai Kepala Dusun (Kadus) dan Effendi (40) salah satu anggota Badan Permusyawaratan Desa (BPD) lokal. Yang ditangkap atas laporan salah seorang warganya yang menjadi korban.

Peristiwa itu bermula saat penyaluran BLT DD ke 91 kepala keluarga di desa itu, Kamis (21/5). Masing-masing warga menerima uang sebesar Rp600 seperti aturan pemerintah.

Seusai menyalurkan bantuan itu, kedua ganti kembali mendatangi 23 kepala keluarga penerima BLT DD yang ada di dusun 1 yang tak lain wilayah wewenang atau tanggung jawab kedua dipertanyakan. Menghasilkan uang untuk para korban sebesar Rp200 ribu per orang.

Sebanyak 18 warga memberikan uang sehingga berhasil mengumpulkan Rp3,6 juta. Setelah dilakukan meminta, kedua dilakukan pemeriksaan dan akhirnya ditetapkan sebagai tersangka, Minggu (31/5).

Kapolres Musi Rawas AKBP mengungkapkan, penetapan tersangka karena penyidik ​​telah menemukan dua alat bukti yang memadai sehingga meningkatkan penyidikan. Sudah disetujui semua yang disetujui korban.

"Kedua tersangka melakukan pungli BLT Dana Desa, ada 18 korban dengan kerugian Rp3,6 juta," ungkap Efrannedy, Selasa (2/6).

Dalam kasus ini, bukti dokumen penyimpanan arsip APBDesa Perubahan Tahun 2020, arsip musyawarah desa, SK pengangkatan anggota BPD dan Kadus, bukti tanda terima pembayaran dari ADD, dan uang hasil pungli. Undang-undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi .

"Ancamannya minimal empat tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," tegasnya. (medeka.com/eko)

TerPopuler