Ada Apa ? TKSK Perbaungan Serdang Bedagai Di Geruduk Emak Emak Keluarga Penerima Manfaat -->

Iklan Semua Halaman

Ada Apa ? TKSK Perbaungan Serdang Bedagai Di Geruduk Emak Emak Keluarga Penerima Manfaat

Admin
Minggu, 08 November 2020


Ada Apa ? TKSK Perbaungan Serdang Bedagai Di Geruduk Emak Emak Keluarga Penerima Manfaat (KPM)

Kaum Ibu-ibu atau emak-emak Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) menggeruduk toko milik Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kecamatan Perbaungan di Jalan Deli No 65 Kelurahan Simpang Tiga Pekan Kecamatan Perbaungan, Sabtu (7/11) siang.

Sebanyak ratusan KPM, pemilik Kartu Keluarga Sejahtera (KKS)/ATM Mandiri untuk BPNT menuntut KKS dikembalikan yang diduga diambil paksa oleh TKSK Kecamatan Perbaungan.

Siti Hajar (34) warga Dusun II Pematang Tatal Kecamatan Perbaungan mengatakan, kemarin ada yang datang sejumlah 4 orang diantaranya mengaku bernama Maraden dengan mempertanyakan kartu KKS, lalu setelah di tunjukan kartu tersebut diambilnya, namun warga menolak.

“Kami merasa kartu kami (KKS-red) di rampas, saat kami tanyakan lagi, besok Sabtu (7/11) katanya akan di kembalikan, namun nyata hingga sekarang belum juga dikembalikan” sebutnya.



Ditambahkan Fauziatul Khairani (36) warga Dusun III Desa Pematang Tatal mengaku KKS yang tercantum nomor pin ATM miliknya diambil oleh Maraden tanpa ada keterangan apapun. “Mereka datang berempat, tapi diantara mereka juga mengaku bernama Maraden meminta saya menunjukkan kartu KKS setelah saya tunjukan diambilnya dan di pegang lalu saya minta kembali kartu KKS saya namun tak diberikannya dengan nada marah marah,” jelasnya.

Sementara, Maraden Siregar selaku TKSK Perbaungan dihadapan ratusan KPM tersebut menyebutkan pengutipan KKS/ATM Mandiri untuk BPNT atas perintah Kepala Dinas Sosial Sergai. “Hari Senin kita selesaikan,” katanya singkat.

Terpisah Kepala Dinas Sosial Sergai H Ifdal saat dikonfirmasi media ini melalui telepon WhatsApp mengatakan penarikan sementara kartu KKS karena pihaknya menduga ada salah satu ketua kelompok menjadi E-Warong di Perbaungan dalam penyaluran bantuan BPNT, namun itu tidak diperbolehkan. “Hari Senin kita panggil semua, karena akan kita ungkap aktor intelektualnya,” ungkapnya.

Menurut pantauan media ini, pihak Polsek Perbaungan turun ke lokasi membawa kedua belah pihak ke Mapolsek guna dilakukan mediasi terkait titik permasalahannya. (MZA)