Alumni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Mengecam Dan Mengutuk Keras Tindakan Pelecehan Terhadap Almarhum TGH Najamudin Makmun -->

Iklan Semua Halaman

Alumni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Mengecam Dan Mengutuk Keras Tindakan Pelecehan Terhadap Almarhum TGH Najamudin Makmun

Admin
Minggu, 15 November 2020


Alumni Pondok Pesantren Darul Muhajirin Mengecam Dan Mengutuk Keras Tindakan Pelecehan Terhadap Almarhum TGH Najamudin Makmun

Global Investigasi News Com

Lombok Tengah, NTB - Alumni Pondok Pesanteren Darul Muhajirin mengecam dan mengutuk keras  TGH. tindakan pelecehan serta penghinaan terhadap Almarhum TGH Najamudin makmun, serta keluarga besarnya oleh akun yg bernama jordi pikri, Sabtu
(14/11/2020).



Media sosial diributkan dengan postingan akun Facebook Jordi Pikri yang belakangan diketahui pemiliknya asal serengat selatan yang dianggap melecehkan serta menghina tokoh sentral kota praya Almarhum TGH. M. Najamuddin makmun, beserta keluarganya. Perwakilan alumni pondok pesanteren Darul muhajin Abdul Hamid mengecam dan mengutuk keras tindakan yg di lakukan oleh akun yg bernama jordi pikri tersebut. Gimana tidak, Datok Muhajian adalah Ulama kharismatik , guru kita semua dari praya yang sudah dikenal hingga belahan dunia, siapa pun dia apapun pangkat dan golongannya tidak sepantasnya ada orang yang berani mencela, menghina, menghujat apalagi di media sosial." ungkap perwakilan alumni pondok pesanteren DM Abdul Hamid 14 November 2020 di praya. 

Sementara dikutip dari Qolama.com bahwa keluarga besar Muhajirin dipimpin langsung H. Bajuri pagi tadi beramai-ramai mendatangi Polres Lombok Tengah guna melaporkan orang tersebut.

“Jama’ah dan santri tadi malam langsung memburu orang itu, alhamdulillah ditemukan. Tapi sudah di amankan mencegah terjadinya amuk massa” ungkap H. Bajuri.

Hasil screenshot yg beredar di WA dari salah seorang yang keberatan akan postingan tersebut

Walaupun semalam orangnya sudah minta maaf, tapi atas permintaan Jama’ah, maka kami keluarga tetap akan memprosesnya secara hukum ke pihak berwajib biar menjadi pelajaran untuk yang lain” Tegas Abah Bajuri melanjutkan.

Untuk itu, kami Alumni Pondok pesanteren DM, meminta, dan menekankan kepada pihak kepolisian untuk segera menghukum pelaku dengan seberat-beratnya karena ini munyankut nama besar keluarga besar muhajirin, serta para alim ulama yg ada di indonesia pada umumnya wabil khusus NTB.

"Kalo ini tidak segera di tangani dengan cepat, saya kawatir banyak masyarakat yang geram terhadap orang tersebut dan akan bertindak di luar koridor hukum, karena beliau dan keluarga nya adalah tauladan bagi umat dan masyarakat di belahan dunia, wabil khusus lombok tengah, oleh karna itu kami alumni pondok pesanteran Darul Muhajirin akan selalu mengawal dan memantau sampai sejauh mana keseriusan aparat kepolisian bertindak dalam kasus ini kata Abdul Hamid
( Red Moh Edi)