Babinsa Koramil 03/Katikutana Kodim 1613/SB Bersama Asisten 1 Sumba Tengah Melaksanakan Mediasi Permasalahan Tanah Desa

Babinsa Koramil 03/Katikutana Kodim 1613/SB Bersama Asisten 1 Sumba Tengah Melaksanakan Mediasi Permasalahan Tanah Desa

Admin
Sabtu, 21 November 2020


Babinsa Koramil 03/Katikutana Kodim 1613/SB Bersama Asisten 1 Sumba Tengah Melaksanakan Mediasi Permasalahan Tanah Desa

Sumba Tengah - GlobalInvestigasinews.Com

Keberadaan Bintara Pembina Desa (Babinsa) Koramil 1613-03/Katikutana Kodim 1613/Sumba Barat yang selalu hadir di tengah tengah masyarakat diharapkan sangat membantu penyelesaian semua masalah yang ada di wilayah binaannya.

Begitu juga pada hari Sabtu 21/11/2020 bertempat di balai desa Melinjak, Babinsa Koramil 1613-03/Katikutana Serka syafruddin beserta anggota Babinsa yang lain bersama bapak Asisten 1 Sumba Tengah hadir dalam rangka mediasi penyelesaian sengketa tanah antara desa Wailawa dan desa Melinjak kecamatan Katikutana.
Dalam mediasi ini Babinsa menyampaikan bahwa untuk kesekian kalinya kita hadir di tempat ini untuk menyelesaikan masalah tanah adat, untuk itu masing masing ketua suku dipersilahkan untuk menyampaikan sejarah tanah adat dari masing masing suku.
Perlunya musyawarah dengan semua pihak terutama dengan tetua adat desa Melinjak dan desa Wailawa agar permasalahan ini bisa diselesaikan secara kekeluargaan dan tidak meluas sampai ke ranah hukum.

Permasalahan warga atas batas tanah ini bisa saja mencuat ke permukaan dan masuk dalam ranah hukum perdata serta penyelesaian kasusnya tidak mudah, terutama masalah batas tanah kepemilikan. 

Asisten 1 Kabupaten Sumba Tengah Bapak Adri mengaku, keberadaan Babinsa ini sangat membantu mereka dalam kelancaran tugasnya untuk menyelesaikan konflik lahan yang muncul di tengah masyarakat agar permasalahan tersebut tidak masuk di ranah hukum. Hasil dalam mediasi tersebut kedua belah pihak yang bersengketa setuju dengan saran dan masukan dari aparatur desa dan sepakat untuk melanjutkan mediasi lebih lanjut dengan mempertemukan kedua suku yang sedang bertikai.
(Mustari/Global)