BPNT Cikeusik Dijejali Sayur Sop, Dana KPM Diduga Dimanfaatkan Ajang Bisnis -->

Iklan Semua Halaman

BPNT Cikeusik Dijejali Sayur Sop, Dana KPM Diduga Dimanfaatkan Ajang Bisnis

Admin
Jumat, 20 November 2020


BPNT Cikeusik Dijejali Sayur Sop, Dana KPM Diduga Dimanfaatkan Ajang Bisnis 

Pandeglang - globalinvestigasinews.com 

Sepotong Kol, Sepotong Wortel, beberapa butir Kacang buncis dan Satu Butir Kentang. Barangkali itulah yang disebut sayur untuk dibuat sop.lalu dijual oleh agen berikut jenis sembako lainnya Kepada KPM. Tanpa mempertimbangkan apakah barang-barang itu sudah sesuai dengan nominal yang di tetapkan Presiden Jokowi ? Tanpa mempertimbangkan apakah model Sayuran seperti itu sebelumnya udah di ajukan dan disepakati melalui Musyawarah lalu dituangkan dalam berita acara oleh sipemilik dana, dalam hal ini adalah KPM ? jawabannya sudah pasti imposible alias sangat tidak mungkin meskipun itu merupakan pedum dari program BPNT.

Konyolnya lagi bahwasannya BPNT itu di akomodir sebuah Suplier lalu di Welcome kan oleh Agen atau e-Waroeng pertanyaannya pedum halaman berapa kalau BPNT harus menyediakan Suplier. Pembodohankah ini atau ada indikasi bentuk siasat busuk layaknya sayur sop yang tidak bisa bertahan lama demi keuntungan kelompok tertentu.

Sengkarut mekanisme tersebut merupakan kejadian nyata yang belum lama ini terjadi,di Kecamatan Cikeusik, Kabupaten Pandeglang, Provinsi Banten.

TKSK dikonfirmasi sepertinya sudah lepas landas pada pendamping,sementara pendamping dengan entengnya ketika dimintai hak jawab " Saya lagi di Pandeglang".bahkan pendamping berkelit ketika di konfirmasi Hj Nuriah Kadis Dinsos Kabupaten Pandeglang soal Sayuran " Katanya bukan itu yang di berikan pada KPM " Demikian ungkap Nuriah pada Wartawan lewat Whatsappnya.

Lalu sedang apa sekarang kasie kesos selaku timkor,tidurkah ? atau entah berantah atas kejadian itu.akhirnya Yunisa Kabid Kemiskinan Kabupaten Pandeglang melalui pesan whats App angkat bicara " Sepertinya tidak kondusif komunikasi antara pihak terkait dengan pendamping Bansos" Tulis Yunisa.

"Secara politis dari kejadian tersebut,dikhawatirkan akan melebar dan membuat kegaduhan kembali,layaknya kejadian kemarin soal Dinsos menuai badai
diberondong hujatan ketidak puasan oleh beberapa Aktifis Kampus,yang gerah melihat ketidak jujuran dan ketidak adilan.hingga Pandeglangpun akhirnya diwarnai aksi unjuk rasa".

"Kalau saja hal itu terulang kembali,Kalimat apalagi yang akan dijadikan bahan pembenaran oleh institusi terkait berikut para pemangku program dibawahnya."

"Dalam hal itu peran aparat penegak Hukum,layak sebagai garda terdepan menindak lanjuti kejadian BPNT yang diduga sarat siasat demi memperoleh keuntungan tertentu yang tidak dibenarkan,meski bersebrangan dengan 6 T." Demikian di ungkapkan oleh salah satu aktifis LSM setempat. *** (NURYAHMAN / Tim )