Dikarenakan Masyarakat Tidak Menggunakan Masker, Diduga Oknum SPBU Marah-Marah Dan Kangkangi Aturan 3S -->

Iklan Semua Halaman

Dikarenakan Masyarakat Tidak Menggunakan Masker, Diduga Oknum SPBU Marah-Marah Dan Kangkangi Aturan 3S

Admin
Sabtu, 21 November 2020


Dikarenakan Masyarakat Tidak Menggunakan Masker, Diduga Oknum SPBU Marah-Marah Dan Kangkangi Aturan 3S

GlobalInvestigasinews.Co.Id
Propinsi Kepulauan Bangka Belitung

Pangkalpinang, Jumat 20/11/2020

SPBU.24-33170 ,Jalan Mentok Keremat kota Pangkalpinang Kelurahan Keramat Kecamatan Rangkui propinsi Kepulauan Bangka Belitung, terkesan diduga tidak menerapkan 3S (Senyum, Sapa, Sopan) yang mana telah menjadi Motto , Disetiap SPBU yang ada di lingkungan SPBU itu sendiri.

Masyarakat FUAD saat mendatangi awak
Media online maupun cetak, terkait pelayanan
Tidak menyenangkan oleh pihak SPBU mengatakan, "saya sangat kecewa kepda karyawan tersebut dikarenakan saya tidak memakai masker, jadi  karyawan Tersebut bersikap Arogan dan marah- marah sambil menekan pinggang dengan suara keras mengucapkan perkataan yang tidak pantas didepan orang banyak. Apakah seperti itu Aturan yang ada disetiap SPBU?"

Ditambah Puad, "saat saya mau mengisi BBM Pertamax senilai Rp10.000 pelayan tersebut seperti seakan-akan acuh tak acuh, terkesan mereka telah menggangkangi Aturun yang diterapkan 
Seperti 3S (senyum sapa dan sopan). Disaat berada di SPBU puad mengatakan saya juga seorang Wartawan dan saya mau mengambil poto-poto untuk dukumentasi salah satu
Security. Berpakaian karyawan SPBU
tidak berpakaian lengkap seorang Security bersikap berang. bapak tidak boleh ambil poto disini siapapun dan wartawan pun tidak ada hak untuk mengambil poto diarea SPBU dengan nada marah marah.

Mendapat kan Laporan masyarakat tersebut awak media jejak kasus com
Dan bersama media Kabar XX1 com
Dan media Globalinvestigasinewsco.Id mendatangi pihak SPBU Menemui Manager, terkait hal tersebut Langsung memanggil dua oknum karyawan tersebut, dihadapan awak media saat dikonfimasi hal tersebut ke oknum karyawan, Kami sudah minta maaf pak, sebelum kami mau mengisi bensin kami sudah menegur bapak ini, Karna tidak memakai masker. Padahal
Disini telah dituliskan harus menggunakan masker. kami bukan Marah-marah pak cuma kami kesal terhadap bapak ini udah dibilang masih juga melawan.

Disinggung lagi Apakah ada Aturan apabila masyarakat tidak menggunakan masker
Tidak boleh membeli BBM tersebut? mereka diam dan tidak bicara apapun 

Disela-sela pembicaraan Manager SPBU mengatakan, "Aturan kami disini
Harus menggunakan masker, karna kami disisplin pak, aturan yang kami buat",

Disaat bersamaan disinggung kanapa ibu selaku manager tidak menggunakan masker, ia katakan "yaa saya tidak tahu kalau bapak mau datang kesini", tuturnya.

Disinggung lagi tentang adanya alat-alat
Seperti pengisian air radiator dan pengisian Angin Ban mobil. Manager katakan, "itu sudah lama tidak berfungsi
Lagi pak dan sudah diputuskan kerjasama dari mitra kita",tutur nya.

Untuk membuktikan kejadian maka Fuad meminta kepada Manager untuk membuka CCTV yang ada di SPBU 24-33170, untuk melihat kejadian sebenarnya. Namun pihak manager enggan untuk memperlihatkan rekamam CCTV tersebut dengan dalil, manejer bahwa petugas atau  bagian CCTV tidak ada ditempat .

Saat di tanya oleh beberapa awak media , Fuad tetap persoalan ini belum selesai, dikarenakan Fuad merasa kurang puas karena mau di laporkan ke polisi, ancaman dari oknum karyawan laki laki yang mana pengakuan sebagai security namun bisa memegang dua jabatan.

Harapan Fuad saat di tanya oleh awak media, harapan beliau agar kedua oknum karyawan SPBU 24-33170 agar di berhentikan (pecat) atau di beri sanksi karena kalau tidak begitu, nanti takut menjadi contoh karyawan lainnya".t? Tutupnya 

Globalinvestigasinews.co.id
(IWAN & Team)