Jokowi Reinkarnasi Perjuangan Para Leluhur Ibu Pertiwi -->

Iklan Semua Halaman

Jokowi Reinkarnasi Perjuangan Para Leluhur Ibu Pertiwi

Admin
Senin, 16 November 2020


Jokowi Reinkarnasi Perjuangan Para Leluhur Ibu Pertiwi

Oleh : John K. 

Jokowi merupakan sosok unik Ibu Pertiwi yang telah menjelma menjadi salah satu tokoh paling berpengaruh di dunia, hal ini didasari oleh reputasi karir di dunia politik tanah air yang begitu gemilang, tanpa pernah mengalami kekalahan pada setiap kontestasi pemilihan umum dimulai dari tingkat Walikota,  Gubernur,  sampai menembus tembok kokoh singgasana kursi kepresidenan negeri ini. 

Jokowi tidak lahir begitu saja sebagai tokoh politik maupun sebagai pemimpin yang memiliki banyak pendukung dengan berbagai keragaman etnis, suku,  dan agama serta bahasa di Indonesia, ada beberapa hal menarik mengenai sepak terjang Beliau bila kita menilai lebih detail dengan berbagai keunikan, salah satu contoh adalah Beliau selalu menghargai dan tak pernah melupakan kebaikan seseorang kepadanya dalam hal apapun, inilah salah satu kelebihan Beliau yang juga pernah dilakukan oleh Proklamator Bangsa Indonesia Bung Karno.

Bung Karno tak mungkin lepas dari peradaban berdirinya Bangsa Indonesia di mata dunia. Di balik ketegasan,  kewibawaan, serta kelembutan Sang Putra Fajar kepada setiap insan manusia yang hidup di Bumi Pertiwi Indonesia tak pernah luput dari perhatiannya. Hal ini ditunjukan pula sebagai fakta sejarah perjalanan perjuangan pemimpin pertama negeri ini,  saat Kakek Buyut ku telah menderita sakit menjelang ajalnya tiba, Bung Karno yang kala itu telah menjadi Presiden Republik Indonesia.

Beberapa tahun sebelum adanya kemerdekaan Republik Indonesia tepatnya pada tahun 1938 saat Bung Karno di buang ke Bengkulu itulah awal cerita persahabatan kakek buyutku bersama Sang Putra Fajar. Persahabatan ini begitu berarti bagi Soekarno kala Beliau diasingkan ke Bengkulu, karena perlu keberanian dan keinginan yang kuat untuk dapat menemui Bung Karno untuk mendatanginya sebagai tamu, setiap tamu akan ditanyai dan dibayangi oleh reserse maupun pemerintah kolonial Belanda yang masih berkuasa saat itu. 

Orang-orang tua di Bengkulu sulit menerima perubahan dan menambah penderitaan Sang Proklamator yang begitu haus akan kawan. "kawanku jang satu satunja adalah seorang kepala sekolah rakjat seringkali datang meskipun tahu ia di intai oleh Pemerintah dan membawa gadis tjilik jang selalu kupeluk  dalam pangkuanku. Aku tak pernah melupakan keramahannja ini.  Pada waktu aku sudah mendjadi Presiden, kepadanja kutanyakan, "Apa jang dapat saja lakukan untuk saudara ? Katakanlah keinginan saudara" Temanku mendekati adjalnja, tapi djawabnja hanja : Tolonglah Keluarga Saja kalau Saja pergi. Lindungilah anak gadis saja. Pesan ini kupenuhi sebaik-baiknja" ( Buku Perjuangan Kebudayaan Indonesia). Begitulah cerita singkat karakter kebaikan Sang Putra Fajar Bung Karno kepada orang-orang yang telah berbuat baik kepadanya. 

Ketika kita berbicara Jokowi, dibenakku begitu bangga,  terharu, dan luar biasa rasanya Aku dapat merasakan jaman dimana kita memiliki karakter kepemimpinan seorang Jokowi perpaduan dari berbagai karakter tokoh Bangsa Indonesia sebelum Beliau menjadi Presiden. Bung Karno terkenal dengan sosok ketegasannya, Jokowi tegas dengan gaya dan karakter yang cukup unik namun tetap menabjubkan bagiku bak seorang murid Bung Karno yang telah lulus ujian, senyumnya begitu menggoda namun tetap mematikan lawan lawan politiknya seperti Pak Harto yang mampu menjadi tokoh yang cukup disegani beberapa dekade Kemerdekaan Indonesia, namun Jokowi pun pandai dan mampu menempatkan dirinya pada jajaran tokoh yang jenius layaknya seorang mantan Presiden bernama Profesor B.J. Habibie, gaya berbicara yang serba blak-blakan dan tetap bercermin kepada keimanan terhadap agama yang dianutnya mengingatkan Aku kepada sosok seorang Gus Dur yang cukup fenomenal menuju perubahan Negeri ini yang lebih baik,  dan tak luput dari perhatian Bapak Jokowi mampu memberikan kelembutan dan kesantunan Beliau sebagai khas pribadi yang mulia namun tetap tegas berwibawa memadukan gaya khas Ibu Megawati sehingga menyempurnakan kolaborasi karakter kepemimpinan bangsa ini.

Ditengah kritik yang sedang berhembus kuat Beliau tetap lah pribadi yang revolusioner,  dengan kolaborasi karakter menyerupai para tokoh Bangsa pendahulu teramat dibutuhkan, jikalau baik adanya Beliau akan katakan baik,  dan bilamana tidak baik pasti Beliau akan tetap katakan tidak baik, seluruh hal yang Beliau lakukan selama ini tak lain dan tak bukan hanya untuk kepentingan Rakyat Indonesia dan perubahan yang Beliau kerjakan tak lain dan tak bukan untuk Indonesia yang lebih baik dan maju. 

Jokowi adalah jawaban dari generasi yang hilang dan kerinduan terhadap tokoh-tokoh yang telah tercatat dalam tinta emas sejarah bangsa Indonesia di waktu lampau. Apapun kritik kepada Beliau adalah bagian dari dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara yang tetap wajib mengutamakan kepentingan dan kedamaian negeri serta kesejahteraan Rakyat Indonesia sekarang dan selamanya. 

_Penulis adalah Pendiri Komunitas Gabungan Pengusaha dan Petani Singkong Indonesia ( GAPPESINDO ), Wakil Sekjen Gerakan Relawan Indonesia_