Kapolres Sumba Barat Pimpin Press Release Terkait Kasus Pencurian Ternak -->

Iklan Semua Halaman

Kapolres Sumba Barat Pimpin Press Release Terkait Kasus Pencurian Ternak

Admin
Selasa, 17 November 2020


Kapolres Sumba Barat Pimpin Press Release Terkait Kasus Pencurian Ternak

Sumba Barat - GlobalInvestigasinews.Com
(Gevan-Mustari)

Press release terkait penangkapan pencurian ternak di laksanakan di loby pasola polres Sumba Barat dipimpin langsung oleh Kapolres di dampingi kasat reskrim bersama anggotanya, senin (16/11/2020).

Kapolres Sumba Barat AKBP FX Irawan Arianto,S.IK.MH mejelaskan,saya kapolres Sumba Barat melaporkan bahwa kemarin tanggal 15 November 2020,anggota satreskrim bersama dengan polsek Lewa Sumba Timur dan tambah dengan gabungan anggota polsek Wanokaka telah mengamankan DPO pencuri ternak.

Dari pengembangan kami telah mengamankan 2 orang atas nama AK dan DI, dimana AK ini telah melalukan tindakan kejahatan curnak (curi ternak) yaitu ad 3 tkp yaitu tkp tahun 2018 di Umbu ratu nggay,juga tkp polsek Lewa Sumba Timur,pengakuan tersangka jumlah ternak yang diambil keseluruhan ada 32 ternak diantaranya 22 kuda dan 10 kerbau.

Mereka ini jaringan pencuri didaratan Sumba ada 12 orang yaitu 7 orang sudah diamankan,5 orang diamankan di polsek Lewa Sumba Timur,dan si AK ini adalah otak dari pada pelaku, jadi selama ini tidak pernah ditangkap tim gabungan polsek Lewa,di minggu tanggal 15 November tepat waktu subuh kita lakukan penangkapan,dari tangan pelaku kita amankan satu ekor kerbau.

Sekarang pelaku ada di rumah sakit karena pada saat kita lakukan penangkapan,tersangka melakukan perlawanan kepada petugas kita yang membahayakan keselamatan anggota,makanya yang bersangkutan kita lalukan tindakan khusus.
Atas pelanggaran yang dilalukan pelaku dikenakan pasal 3657R pasal 363 ayat 1 dengan ancaman penjara maksimal 12 tahun.

Pelaku ini selama 2 tahun terakhir melakukan curi ternak sebanyak 32, di tkp yang pertama yaitu di Umbu ratu nggay dia mencuri 5 ekor kuda terus di tkp yang kedua yaitu 17 kuda dan pelaku juga melakukan curat yaitu merampok sejumlah uang kurang lebih 30 juta ada dipolsek Lewa ,itu juga terakhir yang bersangkutan melakukan curi ternak 10 ekor kerbau,jadi 32 ternak dia lakukan selama 2 tahun di tkp yang pertama 5 ekor kuda yang kedua 17 ekor kuda dan yang terakhir 10 ekor kerbau jadi total semuanya ad 32 ekor.

Mereka ini jaringan, kelompok berjaringan,jadi mereka ada beberapa orang yang ada di daerah Sumba Timur yang kemarin sudah di lakukan penangkapan dipolsek Lewa ada 6 orang,otak dari pelaku ada di daerah kita di desa Lobbo Wada kec.Wanokaka Sumba Barat dari 12 orang sudah tertangkap 7 orannya itu sudah kami kangtongi namanya.
Memang sebagian dari orang itu ada yang dari Sumba TImur dan Sumba Barat.

Jadi yang 6 orang sudah ada menjalankan hukuman yaitu sekitar 10 tahun, ada yang 6 tahun,kasus ini di tangani polsek Lewa.
Kami kepolisian polres Sumba Barat tidak akan segan-segan untuk menangkap masalah pencurian ternak di wilayah kami.Kita akan lakukan pengejaran dan kita akan lakukan tindakan tegas terukur,apabila pelaku sama seperti kemarin subuh melakukan perlawanan dan membahayakan keselamatan jiwa raga anggota kami bintara,"pungkas 
kapolres

Tambah kapolres,ini otak dari pelaku si AK dan sekarang pelaku ada di rumah sakit,mereka ini komplotan nya ada 12 orang 6 orang sudah di tangkap polsek lewa  Sumba Timur,kebetulan AK ini adalah otak dari pada pelaku selubung,makanya dari polsek Lewa dengan buser dari Satreskrim Sumba Barat tambah lagi dengan polsek Wannokaka kita melakukan penyelidikan, lebih kurang 5 hari, karena yang bersangkutan ini berbeda-beda domisilinya,yang bersangkutan ada di desa lobbo wada,kec Wannokaka,tetapi yang bersangkutan jarang pulang jadi masih ada lagi 5 orang belum ditangkap.

Kita sudah mengantongi nama-nama,mudah-mudahan dalam waktu dekat kita bisa mengamankan orangnya dan ini adalah pemain atau jaringan  komplotan pencuri ternak yang di daratan sumba,pelakunya memang tidak dibawah kesini karena yang bersangkutan ada di rumah sakit di lakukan operasi kecil,"ungkap kapolres Press release