Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa Menyikapi Adanya Kendaraan Ambulance Desa Se Kabupaten Wajo Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi -->

Iklan Semua Halaman

Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa Menyikapi Adanya Kendaraan Ambulance Desa Se Kabupaten Wajo Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi

Admin
Senin, 16 November 2020


Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) Menyikapi Adanya Kendaraan Ambulance Desa Se Kabupaten Wajo Di Duga Tidak Sesuai Spesifikasi

Kabupaten Wajo - Koalisi Perjuangan Pemuda Mahasiswa (KPPM) aksi demonstrasi sekaligus pelaporan di Polda Sul-Sel pada Senin, 16 November 2020.Puluhan massa dari KPPM memenuhi gerbang masuk di Polda Sul-Sel pada pukul 14:00 wita dengan menggunakan mobil komando sebagai pengeras suara pada aksi tersebut. Mereka menyuarakan terkait polemik Mobil Ambulance Desa Se Kabuaten Wajo.



Pertama Perihal surat instruksi dari Pemkab Kab. Wajo yang di tandatangani langsung oleh Wakil Bupati Wajo yang berisikan tentang Intruksi pengubahan mobil pelayanan masyarakat menjadi mobil ambulance desa se-kabupaten Wajo.



Dalam surat itu juga di atur spesifikasi mobil dan anggaran di ambil dari ADD Desa.
Kemudian, setelah satlantas polres wajo menagmankan bebeapa mobil ambulance yang di duga tidak sesuai spesifikasi mobil ambulance yang seharusnya.

Hal ini yang menjadi dasar dari KPPM untuk melakukan investigasi dan aksi demonstrasi serta pelaporan di Polda Sul-Sel.

Muh Wamil selaku Jendral Lapangan dalam aksi ini mengatakan dalam orasinya bahwa “kasus Ambulance desa ini harus segera di usut sebagaimana mekanisme-mekanisme yang berlaku sehingga kasus-kasus seperti ini bisa jelas poroses penyelesaiannya, karena kami telah melakukan investigasi serta telah mengumpulkan beberapa data awal yang menjadi acuan pihak kepolisian untuk mengawal kasus ini.

Terakhir, saya nyatakan dengan tegas bahwa kami secara kelembagaan tidak akan pernah bermain-main dalam pengawalan kasus, begitupun Dugaan kasus indikasi Mobil Ambulance Desa”
Setelah melakukan aksi dan orasi selama 40 menit KPPM memasuki ruang audensi untuk menyampaikan anspirasi kepada pihak kepolisian (Dirreskrimsus polda) untuk menyampaikan kasus yang mereka teriakkan sehingga Polda bisa segera menyikapinya.

Penjelasan kasus secara terperinci dijabarkan langsung oleh Muh Wamil.
Setelah beberapa menit, KPPM langsung melakukan pelaporan dengan menyerahkan bukti-bukti dari hasil investigasi yang diterima langsung oleh Rahmatullah dengan nomor 960/B/KPPM/MAKASSAR/XI/2020 Di piket SPKT Polda Sul-Sel (16 November 2020).

Setelah itu, massa aksi membubarkan diri kemudian di tutup oleh Jendral Lapangan bahwa kami tidak hanya sampai di sini, ini merupakan awal untuk melangkah ke tahap selanjutnya sampai kepada pembuktian objektif atas kasus ini.Tutupnya


Sumber : Imran Fajar Selaku bagian dari KPPM