Korban Tewas Ditangan Saudara Sendiri, Tersangka NG Menyerahkan Diri Di Polsek Tuhemberua Nias Utara -->

Iklan Semua Halaman

Korban Tewas Ditangan Saudara Sendiri, Tersangka NG Menyerahkan Diri Di Polsek Tuhemberua Nias Utara

Admin
Jumat, 13 November 2020


Korban Tewas Ditangan Saudara Sendiri, Tersangka NG Menyerahkan Diri Di Polsek Tuhemberua Nias Utara

Nias Utara - Globalinvestigasinews.com

Dua kakak beradik saling serang, akibatnya sang kakak Tona'aro Gea (61) tewas di tangan Ngalododo Gea (46)  yang merupakan Adik sendiri setelah sebilah pisau yang bersarang di perut bagian sebelah kanan.

Korban TG Alias Ama Tianus Gea tewas  bersimbah darah dan usus terburai, akibat tikaman sebilah  pisau di bagian perut korban, hal ini diduga dipicu perebutan harta warisan, Korban Tona'aro Gea (62) tewas ditangan Tersangka Ngalododo Gea alias Ama Ucok (46) yang merupakan adik kandungnya sendiri.

Waktu Kejadian hari selasa 03 November 2020 sekira pukul 19.00 wib Dusun IV Desa Silimabanua Kecamatan Tuhemberua Kabupaten Nias Utara - Sumatera Utara, tepatnya di jalan umum depan rumah Belala Gea alias Ama Syukur.

Tersangka dan Korban sering terlibat cekcok hingga membuat pelaku tersulut emosi. Korban diketahui kerap menghina Tersangka dengan mengungkit - ungkit warisan kebun yang diberikan oleh kedua orang tua mereka.

Kapolres Nias (AKBP Wawan Iriawan) Dengan didampingi Tim Penyidik Polsek Tuhemberua dan Kasat Reskrim Polres Nias (AKP Junisar Rudianto Silalahi) Menerangkan bahwa kejadian bermula disaat Tersangka kembali kerumahnya usai memancing ikan dan melintas di depan rumah korban. 

Saat itu korban berteriak-teriak dan memaki tersangka sembari mengungkit warisan kebun tersebut. Mendengar itu, Tersangka merasa tersingggung serta menyahuti teriakan dan makian korban.

Tidak lama kemudian korban keluar dari dalam rumahnya dan menghampiri tersangka. Korban tidak takut dan terus mendekat dan meninju Tersangka berkali kali. 

Saat dipukuli korban, tersangka langsung menarik pisau yang sehari-harinya dia bawa untuk dipakai memancing/memotong umpan yang ada dipinggangnya.

Tersangka langsung menikam perut dan beberapa bagian tubuh korban hingga tewas ditempat.

"Panik dengan kondisi Korban, Tersangka langsung bergegas berlari menuju Kantor Polisi untuk menyerahkan diri dengan dibantu warga", Tuturnya.

Motif kejadian, Pelaku dan Korban cekcok mulut berebut tanah warisan kebun karet.

"Kepada tersangka dijerat Pasal 338 atau Pasal 351 ayat (3) dari KUHPidana dengan acaman hukuman penjara selama lamanya 15 tahun", Tambah Kapolres. (efz)