Massa Aliansi Umat Islam Asahan Menggelar Aksi Penolakan Sikap Dan Tindakan Presiden Prancis -->

Iklan Semua Halaman

Massa Aliansi Umat Islam Asahan Menggelar Aksi Penolakan Sikap Dan Tindakan Presiden Prancis

Admin
Selasa, 10 November 2020


Massa Aliansi Umat Islam Asahan Menggelar Aksi Penolakan Sikap Dan Tindakan Presiden Prancis

Asahan - Ratusan massa dari Aliansi ormas Islam di Kabupaten Asahan menggelar aksi penolakan sikap dan tindakan Presiden Prancis Emmanuel Macron yang membela karya karikatur Nabi Muhammad SAW yang dipublikasikan di sebuah majalah Perancis. Akibatnya, aksi itu memancing kemarahan umat Islam diseluruh penjuru dunia termasuk di Kota Kisaran, Asahan. Minggu (8/11)

Berkumpul di halaman Masjid Agung Kisaran di Jalan Imam Bonjol selepas salat Zuhur,  massa bergerak longmarch berjalan kaki menuju Tugu Kisaran di perempatan Jalan Cokroaminoto dengan kawalan aparat kepolisian.

Elemen aliansi umat Islam yang hadir diantaranya, Front Pembela Islam (FPI), Laskar Pembela Islam (LPI) , Laskar Merah Putih, Muda Mudi Islam Asahan, hingga Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Asahan.

Di tengah aksi, orator dalam aksinya mengatakan, pernyataan Macron merupakan cermin kepanikan Prancis atas masifnya dakwah Islam di penjuru dunia. Karena itulah, agama Islam dideskreditkan.“Pernyataan Macron merupakan bentuk kepanikan,” tegas salah seorang orator dari atas mobil pengeras suara.

Ustad Edi Sucipno, yang juga merupakan sekretaris MUI Asahan yang menyampaikan, sikap dihadapan para demonstran mengajak umat Islam untuk memboikot produk yang berasal dari Prancis. Bahkan dikatakannya MUI pusat telah mengeluarkan pernyataan sikap resmi terkait hal itu dan mendesak pemerintah agar memberikan peringatan tegas kepada pemerintah Prancis.

“Dalam aksi ini, kami menyerukan kepada Umat Islam khususnya di Kabupaten Asahan dan seluruh dunia untuk memboikot segala bentuk produk-produk yang berasal dari Prancis agar mereka lumpuh secara ekonomi,” ujarnya.

Ia juga menyatakan, bahwa sejatinya umat Islam Indonesia tidak ingin mencari musuh dan ingin hidup berdampingan secara damai dan harmonis.“Namun, jika terdapat pihak yang enggan mengembangkan sikap bertoleransi dan saling menghormati sebagaimana yang dilakukan Macron, maka umat Islam terutama di Indonesia mempunyai hak mempertahankan harga diri mempertahankan kehormatan agamanya,” ungkapnya.

Jalannya aksi berlangsung dengan tertib dan lancar. Usai satu persatu perwakilan aliansi ormas Islam menyampaikan aspirasi dan pernyataan sikapnya, acara ditutup dengan doa dan membakar foto Presiden Prancis.(Sugenk/Bima)