Misteri Kelangkaan Dan Mahalnya Gas Bersubsidi LPG 3 Kg Terjawab Sudah

Misteri Kelangkaan Dan Mahalnya Gas Bersubsidi LPG 3 Kg Terjawab Sudah

Admin
Senin, 02 November 2020


Misteri Kelangkaan Dan Mahalnya Gas Bersubsidi LPG 3 Kg Terjawab Sudah

Disebut sebut Dugaan mengarah pada Aliansi Pangkalan yang menentukan harga di atas HET

Merangin, globalinvestigasinews.com- 02/11/2020 Carut marutnya permasalahan kelangkaan dan mahalnya gas LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Merangin Jambi berdasarkan hasil temuan dan investigasi di lapangan ternyata selain minimnya pengawasan yang di lakukan oleh pihak terkait juga adanya perlakuan atau kecerobohan oknum yang berani kangkangi regulasi yang telah di keluarkan oleh Pertamina atau pemerintah daerah.



Oleh karena ini menyangkut hajad hidup orang banyak patutlah ada tindakan tegas  baik instansi pemerintah dan atau Pertamina untuk memberikan sangsi. Kelangkaan dan mahalnya gas bersubsidi LPG 3 kg ini sudah menjadi permasalahan yang komplek di tengah masyarakat. Dengan banyaknya temuan yang hampir di setiap kecamatan  yang ada di Merangin membuktikan bahwa adanya "permainan" di tingkat agen, pangkalan dan pengecer.


Salah satu pangkalan yang berada di desa Rasau Kecamatan Renah Pamenang yang di miliki oleh AK salah seorang anggota DPRD Merangin membuktikan bahwa adanya dugaan "kesepakatan" harga di atas ketentuan, " kami akui menjual dengan harga 20 ribu per tabung sesuai kesepakatan perkumpulan pangkalan yang ada di Merangin yang di ketuai oleh Hamidi, " jelas istri anggita dewan. 

Pernyataan ini di peroleh dari beberapa pangkalan yang tersebar di Pamenang Selatan, Renah Pamenang , Pamenang dan Muara Siau. Yang menjadi pertanyaan siapa, dan bagaimana "asosiasi" ini menjadi bebas melenggang keberadaanya. 

Ketika di hubungi oleh salah seorang anggota LPKNl Hendra yang di sampaikan ke awak media ini, Hamidi mengatakan bahwa dirinya mengaku sebagai ketua Asosiasi pangkalan, dan lebih jauh di tanyakan perihal temuan yang ada di lapangan terkait penjualan diatas HET dia membantah kalau penjualan sudah sesuai dengan ketentuan dan fokus kepada pekerjaan lain, Intinya pembentukan asosiasi ini untuk perkumpulan para pangkalan yang bisa diatur dan di arahkan. 

Nah, Sekarang jelas permaslahannya bahwa lemahnya pengawasan, pembinaan dan sangsi bagi pangkalan yang "nakal" dan adanya pangkalan siluman yang bebas berkeliaran yang seolah olah jadi pangkalan yang membuat harga semaunya dengan angka uang fantastis dari harga 20 ribu sampai 35 ribu pertabung. 
(Bersambung)
(timglobalinvestigasinews.com)