Musyawarah Pembagian Limbah Pupuk, Perjanjian Jual Beli -->

Iklan Semua Halaman

Musyawarah Pembagian Limbah Pupuk, Perjanjian Jual Beli

Admin
Jumat, 20 November 2020


Musyawarah Pembagian Limbah Pupuk, Perjanjian Jual Beli

Purwakarta - Rabu malam kamis sekitar pukul 7 malam lebih kepala desa menggelar musyawarah pembagian limbah pupuk dari salah satu perusahaan pt malindo fedmill tbk, yang bergerak dibidang peternak ayam, dalam acara tersebut turut hadir tokoh masyarakat, setempat serta aparatur desa.


Pemaparan kepala desa cipeundeuy kecamatan bojong purwakarta kosasih, yang didampingi kamtibmas serta babinsa dalam musyawarahnya, ia mengatakan limbah pupuk dari perusahaan yang akan keluar mengalami penurunan, dengan adanya pendemi covid 19 pihak pengusaha pengelola limbah pupuk harus menjalankan protokol kesehatan.

"Untuk upahan pupuk pengedukanya di batasi 20 orang untuk pengelola tidak bisa keluar masuk harus berada di dalam perusahaan, karena adanya pandemi covid 19, pengelola pupuk tidak boleh keluar masuk perusahaan", ucap Kosasih

Hingga berita ini di turunkan masih dalam proses konfirmasi.

Secara terpisah Deputy General Manager Aris Triana, saat dimintai keterangan melalaui pesan aplikasi whatsupp berdasarkan data info yang di peroleh awak media terkait perjanjian jual beli pupuk sekaligus dana CSR, ia mengatakan dari perjanjian sebenarnya pihak perusahaan pt malindo feedmill tbk sudah mengurangi harganya, sementara dari perusahaan lain juga harga yang masuk 5000 perkarung.

"Kalau dari perjanjian ini kan, sebenarnya pihak perusahaan sudah mendiskon banyak harganya, karena kalau di tempat lain, dari Malindo juga, harga atau uang yg masuk ke perusahaan minimal 5000 perkarung",

"kalau saya mengikuti awal sejak mulai nya penjualan pupuk mulai tahun 2002 yang mana saya belum tugas disini,jadi yang disetorkan ke perusahaan 2400 perkarung sisanya utk CSR yg dikelola oleh Desa setempat (cipeundeuy) kalau untuk kontribusi CSR nya sendiri bapak bisa tanya ke kepala desa.kata dia melalaui pesan singkatnya Kamis (19/11/2020) di purwakarta".

Selanjutnya soal Tanggung jawab Sosial Perusahaan atau Corporate Social Responsibility (CSR) yang ia juga mengetahui bahwa dari tahun 2018 sampai tahun 2019,dana csr tersebut pemerintah desa membeli satu unit mobil ambulance serta tanah atas nama desa.

"iya betul, yang saya tahu, tahun 2018 dibelikan mobil ambulance desa,tahun 2019 dibelikan tanah, itu semua atas nama desa", Tutupnya.(**eq)