Pasien Tanggung Beban Biaya Test Swab , Asep Agustian Tantang Pemkab Transparan Soal Anggaran Covid-19 -->

Iklan Semua Halaman

Pasien Tanggung Beban Biaya Test Swab , Asep Agustian Tantang Pemkab Transparan Soal Anggaran Covid-19

Admin
Minggu, 15 November 2020


Pasien Tanggung Beban Biaya Test Swab , Asep Agustian Tantang Pemkab Transparan Soal Anggaran Covid-19

Karawang, Globalinvestigasinews.com

Prihatin dengan kondisi warga masyarakat Karawang yang harus menanggung banyak beban karena Covid - 19.



Menurut Pengamat Politik Dan Pemerintahaan Serta Pemerhati Kesehatan Masyarakat Kecil Pada Umumnya, Asep Agustian SH., MH., tantang pemerintah daerah Kabupaten Karawang buka - bukaan soal pertanggungjawaban penggunaan anggaran Covid - 19.



Lanjut Asep menyampaikan bahwa, sejak pandemi corona mewabah di Indonesia, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Karawang tahun anggaran 2020 banyak direfocusing untuk membiayai penanggulangan virus corona yang sampai hari ini terus mewabah dan semakin mengganas. Pembangunan diberbagai sektor pun banyak tertunda, karenanya (wabah Covid-19) sementara itu disisi lain beban masyarakat juga terus bertambah, diantaranya adalah beban biaya Swab Test bagi pasien operasi, belum lagi beban biaya APD dan lainnya yang tidak ditanggung BPJS, Ujar Asep Saat di temui di ruang kerjanya. Pada hari minggu (15/11/2020)


Sekarang, pasien yang hendak dioperasi harus lakukan test swab  kemudian ternyata ia dinyatakan positif dan harus di isolasi. Untuk ruangan isolasi harus juga bayar, Jadi jelas beban masyarakat ini semakin terus bertambah, karena merekalah yang dibebankan pembiayaannya, belum lagi biaya APD tenaga medis yang juga konon katanya dibebankan ke pasien, Ujar Asep menggambarkan.


Lalu pertanyaannya, anggaran refocusing ini untuk apa ? Ungkapnya Asep Lagi.


Lanjut Asep pun telak meminta Pemerintah Kabupaten ( Pemkab ) buka - bukaan kepada seluruh masyarakat Karawang. Berapa total anggaran APBD 2020 yang direfocusing untuk Covid - 19, dipergunakan untuk apa saja /, bukan dalam artian cuci tangan tutup mulut, jelaskan dananya kemana ?
bisa habis buat apa saja ?
berapa yang tersisa ? Ujar Asep menyebutkan.


Atau apakah pemda sudah tidak mampu lagi mengurus rakyatnya. Lalu mereka saling salahkan, saling lempar dan saling cuci tangan, ya, Jangan begitulah," pungkasnya.
(Ferd)