Penyaluran Pupuk Di Kabupaten Nias Tidak Maksimal, Paslon 02 Dan 03 Sesali Kinerja Pemkab Nias

Penyaluran Pupuk Di Kabupaten Nias Tidak Maksimal, Paslon 02 Dan 03 Sesali Kinerja Pemkab Nias

Admin
Minggu, 08 November 2020


Penyaluran Pupuk Di Kabupaten Nias Tidak Maksimal, Paslon 02 Dan 03 Sesali Kinerja Pemkab Nias

Nias - Globalinvestigasinews.com

Pasangan Cakada Tahun 2020 dari Nomor Urut 02 Christian Zebua & Anofuli Lase (ChristFull) serta Nomor Urut 03 Enanoi Dohare & Yulius Lase (Enoniu) Menyesali kinerja dari Aparatur Pemerintahan (Pemkab Nias) dan Aparatur Keamanan (Kepolisian) yang dinilai kurang maksimal mengatasi permasalahan pupuk khususnya diwilayah Kabupaten Nias, Sumatera Utara.



"Kita dapat melihat bahwa saat ini harga pupuk melambung tinggi dilapangan mencapai Rp. 100 Ribu lebih. Petani juga kesulitan membeli karena ketersediaan terbatas. Bahkan parahnya, Ada informasi bahwa mayoritas pupuk untuk masyarakat dijual lagi keluar daerah oleh Oknum tertentu", Ucap Calon Wakil Bupati Nias nomor 02 (Anofuli Lase) Dalam debat publik kedua, yang terlaksana di Aula serbaguna, Kecamatan Gido. Sabtu (7/11/2020)

Pada debat publik kedua tersebut, Calon Wakil Bupati Nias nomor 03 (Yulius Lase) Menilai adanya kelemahan antara aparatur Pemerintahan (Pemkab Nias) dan aparatur keamanan (Kepolisian) dalam mengatasi penyalahgunaan pupuk sehingga memicu kelangkaan.

Harapan kami, Lanjut Yulius, Kiranya Kepolisian dibantu Kejaksaan dan TNI dapat bekerjasama untuk mematikan pergerakan mafia pupuk di Kabupaten Nias yang mengakibatkan pupuk langka ditengah - tengah masyarakat. Sabtu (7/11).

"Masalah pupuk ini bukan masalah baru, Tapi sudah sangat lama. Aparatur pemerintahan dan keamanan tidak ada kerjasama yang baik. Mohon maaf, kayaknya ini saling menutupi satu dengan yang lain", Pungkasnya

Menanggapi itu, Calon Bupati Nias Nomor 02 (Christian Zebua) Menyatakan sepakat dengan pernyataan Calon Wakil Bupati Nias nomor 03. Dia menilai masih banyak terjadi penumpukan pupuk.

"Masalah pupuk ini sangat krusial. Banyak laporan dari Petani soal kelangkaan stok pupuk ini. Saya gak tahu juga selama ini kenapa gak terkontrol masalah harga pupuk. Aparatur Kepolisian dan Pemerintah Daerah harus diberdayakan maksimal untuk membersihkan mafia-mafia itu.

(Tim)