Sengketa Lahan PT. KAP, Suryana: Selama Perusahaan Masuk, Saya Merasa Dirugikan -->

Iklan Semua Halaman

Sengketa Lahan PT. KAP, Suryana: Selama Perusahaan Masuk, Saya Merasa Dirugikan

Admin
Jumat, 20 November 2020


Sengketa Lahan PT. KAP, Suryana: Selama Perusahaan Masuk, Saya Merasa Dirugikan

Kayong Utara, globalinvestigasinews.com

Konflik sengketa lahan antara perusahaan dan masyarakat masih sering terjadi, seperti yang terjadi di Kecamatan Seponti Kab. Kayong Utara antara PT. Kalimantan Agro Pusaka (KAP) dan salah seorang warga desa Sungai Sepeti kecamatan Seponti.



Suryana, seorang tokoh masyarakat dan politik yang pernah menjabat sebagai anggota DPRD Kayong Utara periode  2014-2019 dapil Kec. Seponti yang merasa dirugikan oleh pihak perusahaan PT. KAP.

Melalui pesan WhatsApp, Jum'at (20/11) pagi kepada awak media, Suryana yang biasa disapa Kang Ujang Suryana, mengaku adanya ketidakadilan yang Ia terima dari pihak perusahaan dalam proses negosiasi pembebasan lahan milik masyarakat yang telah dikelola pihak PT. KAP untuk perkebunan sawit.

Ujang Suryana juga sempat mewakili masyarakat desa Sungai Sepeti untuk mengurus GRTT kepada PT. KAP beberapa waktu lalu.

Kali ini, pihak perusahaan akan membebaskan lahan milik masyarakat yang tergarap dan bersertifikat (SHM) senilai Rp. 10Juta/Ha. Akan tetapi Suryana tidak setuju dan merasa dirugikan oleh pihak perusahaan.

Kemudian Perusahaan melakukan penawaran kembali kepada Suryana tentang nilai SHM tersebut. Karena tidak sesuai dengan yang diharapkan, Suryana mengatakan bahwa perusahaan seperti hendak membedakan nilai SHM tersebut. Ia mengakui bahwa nilai SHM tidak sama dengan yang diterima kepala desa Sungai Sepeti yang juga pernah mengajukan SHM kepada pihak perusahaan untuk pembebasan lahan tersebut.

"Angka penawaran pertama Rp.10 juta,kedua Rp 15juta, dan ketiga 18 juta /Ha.
Saya minta dibayar sesuai kesepakatan pertama 35 juta per hektar. Karena lahan pak kades (Sungai Sepeti) di bayar 20 juta pun itu karena sebelumnya sudah ada yg menyerahkan ke PT. KAP artinya lahan dia sudah 2 x penyerahan.
Pihak perusahaan juga harus mempertimbangkan  selama perusahaan masuk sudah menanam dan mengambil hasilnya, sementara untuk saya pemilik lahan tidak ada kompensasinya sama sekali.
Hal itu dilakukan perusahaan tanpa konfirmasi/ijin dari pemilik lahan
Pernyataan GM di sampaikan langsung ke saya juga hadir GMO PT. KAP, Sapto menyatakan manajemen masih kesal perihal sengketa lahan kemarin yg berimbas ke sengketa lahan saya yg bersertifikat.
Juga ada perbedaan  harga antara lahan masyarakat dan lahan pejabat" Lanjut Suryana.

Awak media selanjutnya meminta konfirmasi kepada Humas PT. KAP, Sapto melalui pesan WhatsApp dan mendapat penjelasan langsung dari yang bersangkutan dan membenarkan perihal tersebut.

"Ada klaim lahan milik pak Suryana,,
Saat ini sudah proses negosiasi beberapa kali,, namun belum mencapai titik temu harga" Balas Sapto.

Sapto juga menambahkan perihal SHM yang diajukan kepala desa Sungai Sepeti melalui proses panjang.

Lahan kades juga Proses negosiasi lumayan lama. Dari permintaan awal,  sampai akhirnya dapat titik temu. 
Intinya kalau lagi proses negosiasi Jauhkan dri Kata 𝘱𝘰𝘬𝘰𝘬 𝘦, 𝘱𝘰𝘬𝘰𝘬𝘯𝘺𝘢..
Lahan punya suryana kita juga beberapa kali lempar penawaran.
Intinya perusahaan tetap membuka diri untuk penyelesaian, 
Namun perlu proses negosiasi.
Kami terakhir tawarkan dia di angka 18juta.
Dari dia masih minta 35jt,,Masih terlalu tinggi"Sanggah Sapto. (fer)