Terungkapnya Motif Kasus Pembunuhan DI Desa Medan Jaya Kecamatan Simpang Hilir -->

Iklan Semua Halaman

Terungkapnya Motif Kasus Pembunuhan DI Desa Medan Jaya Kecamatan Simpang Hilir

Admin
Selasa, 03 November 2020


Terungkapnya Motif Kasus Pembunuhan DI Desa Medan Jaya Kecamatan Simpang Hilir

Kayong Utara - globalinvestigasinews.com

Polres Kayong Utara menggelar konferensi pers di halaman gedung Kantor Polres Kayong Utara pada Selasa (03/11/2020) pagi.

Mengungkap sekaligus menyampaikan hasil capaian kinerja anggota kepolisian dalam menindak kasus tindak kriminal yang terjadi di wilayah hukum Kab. Kayong Utara.

Konpers yang dipimpin langsung oleh Kapolres Kayong Utara, AKBP Bambang 
Sukmo Wibowo menyampaikan terkait kasus penemuan mayat di desa Medan Jaya (12/10) dan terkonfirmasi adalah korban kasus pembunuhan.

Beberapa waktu lalu, Kepolisian Kayong Utara berhasil mengamankan tersangka pelaku pembunuhan berinsial AK alias AG & MEA alias AJ di polsek Simpang Hilir yang kemudian ditindaklanjuti di Polres Kayong Utara.

Tertangkapnya pelaku terungkap berawal dari penyelidikan kepolisian Polsek Simpang Hilir yang telah mendapat laporan kehilangan dari keluarga korban pada tanggal 02 Oktober 2020 dan mengumpulkan keterangan dari saksi-saksi hingga ditemukannya mayat korban di sebuah kebun kelapa di Jl. Gusti Roem, Desa Medan Jaya.

“Korban ini sehari-hari bekerja di salah satu toko di Melano. Dari keterangan sejumlah saksi dan rekaman kamera pengintai, korban ini dekat dengan pelaku AK. Dari kecurigaan inilah kami berhasil mengungkap perkara ini,” jelas dia.

Motif pelaku pembunuhan disertai perampasan barang milik korban wanita bernama Agustina alias Aling terancam pasal berlapis dan hukuman mati.

“Disangkakan pasal 340, 338 dan 365 ancaman hukuman mati, pembunuhan berencana,” kata Kapolres Kayong Utara AKBP Bambang Sukmo Wibowo saat gelar  konpers.

Pelaku AK menghabisi korban tidaklah sendiri tetapi melakukanya secara bersama-sama dengan pelaku lainnya berinisial MEA alias AJ.

“Pelaku MEA sebagai eksekutor dan otaknya AK. Sedangkan cara MEA menghabisi korban dengan memiting leher korban pakai tangan kanan sampai korban sulit bernapas dan meninggal, kemudian jasad korban dimasukkan dalam lubang yang telah mereka persiapkan bersama-sama,” kata Bambang.

Dari pemeriksaan tersangka, polisi menemukan motif pelaku yakni hendak menguasai harta benda milik korban dan dipastikan pelakunya hanya AK dan AJ.

Dari barang bukti yang didapat polisi, sepeda motor yang sempat dijual tersangka AK, tas dan handphone adalah barang yang diambil pelaku.

“Pelaku AK menjual kendaraan korban seharga Rp 4,5 juta di Kubu Raya. Setelah berhasil pelaku kembali ke rumahnya di Melano,” ujar Kapolres mengakhiri.
(feri)